Siswi SMP Bolak-Balik Ke Konter Dalam Sehari

 DALAM SATU HARI, ANAK SMP INI BALIK KE KONTER SAMPAI 3 KALI… 😭😂


Awalnya saya kira cuma mau ganti kartu.


Ternyata...


HP-nya ngajak saya kenalan lebih jauh. 😂


Siang itu datang dua siswi SMP ke konter. Masih pakai seragam sekolah, satu orang bawa HP sambil mukanya kelihatan bingung.



Begitu sampai depan etalase langsung ngomong...


Siswi:

“Mang, bisa copotin tempat kartu nggak?”


Teknisi:

“Emang kenapa, Nok?”


Siswi:

“Ini tempat kartunya nggak bisa dilepas, Mang. Mau ganti kartu soalnya.”


Teknisi:

“Ohh... sini.”


HP saya pegang.


Saya coba tarik tray kartunya...


Nggak gerak.


Saya coba lagi...


Tetap nggak gerak.


Setelah dilihat ternyata ujung tray-nya sudah patah dan nyangkut di dalam.


Akhirnya saya ambil pinset.


Pelan-pelan dicongkel...


Karena kalau terlalu kasar, yang tadinya cuma tray patah bisa berubah jadi:


“Mang, sekalian HP saya benerin ya...” 😭😂


Alhamdulillah akhirnya keluar.


Saya kasih HP-nya.


Teknisi:

“Nah, sudah. Tinggal masukin kartu barunya.”


Siswi itu langsung tersenyum lega.


Siswi:

“Alhamdulillah... makasih, Mang.”


Kemudian dia bertanya:


Siswi:

“Berapa, Mang?”


Tangannya sudah memegang uang Rp10 ribu, siap diberikan.


Saya lihat mukanya...


Polos banget.


Senangnya juga bukan main.


Kayak anak kecil habis dapat hadiah.


Akhirnya saya bilang:


Teknisi:

“Udah, bawa aja. Nggak apa-apa.”


Mukanya langsung makin cerah.


Siswi:

“Makasih ya, Mang... Mamang baik deh.”


Saya cuma senyum.


Dalam hati saya bilang:


"Ya sudah... semoga nggak balik lagi." 😂


---


TERNYATA DOA SAYA TIDAK DIKABULKAN.


Habis Magrib...


Mereka datang lagi.



Saya lihat dari jauh dua anak tadi dateng kekonter.


Saya langsung:


"Lho... kok balik?" 😭


Siswi:

“Mang...”


Teknisi:

“Kenapa lagi, Nok?”


Siswi:

“Ini kok sudah dimasukin kartu, tapi tetap nggak kebaca?”


Saya ambil HP-nya.


Teknisi:

“Wah... berarti HP-nya disuruh sekolah dulu, biar bisa baca.”


Mereka langsung saling pandang.


Diam.


Bingung.


Kayaknya benar-benar mikir:


“HP kok disuruh sekolah?” 😂


Saya ambil HP dari atas etalase.


Saya dorong sedikit tray kartunya pakai ujung obeng.


Clek!


Kartunya langsung kebaca.


Siswi:

“LOHHH... SUDAH BISA, MANG!”


Mukanya benar-benar heran.


Padahal katanya tadi sudah dicoba pasang...


Copot...


Pasang lagi...


Copot lagi...


Tetap nggak kebaca.


Giliran sampai tangan teknisi...


Didorong sedikit langsung nurut. 😂


Saya cuma senyum.


Teknisi:

“Kan harus sama ahlinya biar bisa.”


Siswi:

“Berapa, Mang?”


Teknisi:

“Bawa lagi aja. Nggak apa-apa.”


Siswi:

“Makasih ya, Mang.”


Mereka pergi lagi.


Saya pikir:


"Nah, sekarang selesai."


TERNYATA SAYA SALAH LAGI.


---


Beberapa jam kemudian...


Dateng lagi kekonter.


Saya lihat dua bocah itu lagi.


Saya sampai ketawa.


Teknisi:

“Ada apa lagi, Nok?”


Siswi itu langsung menyerahkan HP.


Siswi:

“Ini, Mang... kok nggak bisa instal WhatsApp?”


Saya lihat HP-nya.


Ternyata diminta bikin email baru.


Teknisi:

“Ohh, ini bikin email dulu.”


Saya bantu buatkan.


Email selesai.


Lanjut daftar WhatsApp pakai nomor barunya.


GAGAL.


Coba lagi...


GAGAL.


Coba lagi...


GAGAL LAGI.


Saya mulai curiga.


Saya coba telepon nomornya.


Ternyata...


Nomornya belum terdaftar.


Saya coba registrasi menggunakan KK orang tuanya.


Tetap gagal.


Saya coba lagi...


ERROR.


Akhirnya saya bilang:


Teknisi:

“Nok, ini kayaknya kartunya yang bermasalah.”


Siswi:

“Lah... itu kartu baru, Mang.”


Saya cuma geleng-geleng kepala.


Teknisi:

“Baru sih baru... tapi dari tadi bikin kita kerja lembur.” 😂


Dia ketawa.


Saya jelaskan:


Teknisi:

“Ini sudah saya coba daftarkan, tapi gagal terus. Mending minta tukar kartunya. Kemungkinan kartunya error.”


Siswi:

“Ohh... iya Mang.”


Sebelum pergi...


Seperti dua kali sebelumnya...


Dia kembali bilang:


“Makasih ya, Mang.”


Saya cuma tersenyum.


Mereka pun pergi.


---


Saya baru sadar...


Dalam satu hari, mereka datang tiga kali.


Pertama karena tray kartu macet.


Kedua karena kartu nggak kebaca.


Ketiga karena WhatsApp nggak bisa daftar.


Dan setelah dicek satu-satu...


HP-NYA TERNYATA NGGAK KENAPA-NAPA.


Yang bikin perjalanan panjang dari siang sampai malam...


Cuma satu tempat kartu SIM yang dari awal memang bermasalah. 😂 dan kartunya eror


Tapi ada satu hal yang justru bikin saya senang.


Setiap datang...


Mereka selalu bilang:


“Makasih ya, Mang.”


Nggak ada gaya sok tahu.


Nggak ada gengsi.


Nggak ada tuntutan.


Cuma dua anak sekolah yang datang dengan masalah HP-nya, lalu pulang dengan wajah lega.


Dan saya jadi sadar...


Kadang rezeki teknisi bukan soal berapa rupiah yang masuk ke laci.


Kadang rezeki itu berupa pelanggan yang pulang sambil tersenyum...


Dan bilang dengan tulus:


“Mamang baik deh...” ❤️


Buat kita mungkin cuma kalimat sederhana.


Tapi buat orang yang seharian duduk di konter...


kalimat seperti itu kadang lebih mahal daripada ongkos servis.


Salam Kisah Teknisi

0 تعليقات

إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم