Jangan Kira Bawa Sparepart Sendiri Bakal Menghemat Biaya Servisan

 Malam itu konter sudah mulai sepi.


Datang seorang bapak bersama anaknya sambil membawa HP dan sebuah plastik kecil berisi sparepart.



Raut wajahnya terlihat yakin.


Sepertinya semua kebutuhan servisnya sudah dipersiapkan dari rumah.


Bapak: "Mas... bisa masangin ini nggak?"


Teknisi: "Masangin apa ya, Pak?"


Bapak langsung mengeluarkan kaca LCD dari plastiknya dan hp vivo y17


Bapak: "Ini, Mas... kaca LCD. Cuma pecah kacanya aja. Glass-nya sudah saya beli online, tinggal dipasang."



Aku hanya tersenyum sambil melihat HP yang dibawanya.


Teknisi: "Bisa, Pak... tapi ongkos pasangnya malah lebih mahal daripada ganti satu set LCD."


Bapak langsung terlihat heran.


Bapak: "Emang berapa, Mas?"


Teknisi: "Rp150 ribu, Pak."


Wajah bapak langsung berubah.


Bapak: "Lho... kok mahal? Glass-nya kan sudah ada. Tinggal copot, terus pasang."


Aku hanya tersenyum.


Teknisi: "Iya, Pak. Justru karena cuma ganti glass, prosesnya jauh lebih sulit. Misahin kaca dari LCD itu butuh ketelitian. Salah sedikit, LCD bisa ikut rusak."


Bapak mengangguk pelan.


Kelihatannya masih belum puas dengan jawabanku.


Tidak lama kemudian beliau mengeluarjan HP satunya lagi. HP asus



Bapak: "Kalau hp ini sekalian pasang LCD, speaker, sama kameranya dibersihin bisa, Mas?"


Aku mulai mengecek HP itu satu per satu.


LCD memang pecah.


Speaker juga sudah sember/pecah suaranya.


Giliran kamera...


Aku lihat berkali-kali.


Lensa bersih.


Tidak ada debu.


Tidak ada embun.


Aku langsung menoleh ke bapaknya.


Teknisi: "Pak... kenapa tadi nggak sekalian beli kamera?"


Bapak: "Lho... saya lihat di YouTube katanya cukup dibersihin."


Aku tersenyum kecil.


Teknisi: "Kalau yang ini beda, Pak. Debunya bukan di kacanya, tapi sudah masuk ke dalam modul kamera. Mau dibersihin dari luar juga hasilnya tetap sama. Solusinya ya ganti kamera."


Bapak langsung terdiam.


Tangannya memegang plastik sparepart yang tadi dibawanya.


Anaknya cuma melihat ke arah bapaknya tanpa bicara.


Suasana mendadak hening beberapa detik.


Setelah berpikir cukup lama...


Bapak: "Ya wes, Mas... nanti tak beli dulu kameranya. Biar sekalian pasangnya."


Teknisi: "Siap, Pak. Biar sekali bongkar, sekalian beres."


Bapak pun tersenyum, memasukkan lagi sparepartnya ke dalam plastik, lalu pamit pulang.


Yang paling sulit dalam memperbaiki HP bukan membongkar mesinnya...


Tapi meyakinkan pemiliknya bahwa tidak semua yang terlihat mudah di YouTube, semudah saat dikerjakan di meja servis.


Salam Kisah Teknisi

0 تعليقات

إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم