Jam 2 siang, pas konter baru saja buka, datang seorang mas-mas.
User:
“Mas, di sini bisa servis HP saya nggak ya?”
Teknisi:
“HP apa, Mas?”
User:
“HP Tecno, Mas.”
Teknisi:
“Keluhannya apa?”
User:
“Restart-restart sendiri, Mas. Tapi kalau dicas malah normal.”
Teknisi:
“Oh, coba nanti dibawa ke sini saja, Mas. Saya cek dulu.”
User:
“Kira-kira kena berapa, Mas?”
Teknisi:
“Belum tahu, Mas. Dilihat dulu kondisi HP-nya, biar enak ngomong harganya.”
User:
“Ya sudah, nanti saya balik lagi.”
Teknisi:
“Siap.”
Dua jam lebih berlalu...
Saya kira orangnya lupa atau batal datang.
Tiba-tiba muncul lagi masnya, kali ini beserta ibunya.
User:
“Nah, ini, Bu. Saya mau servisnya di sini.”
Ibu:
“Oh iya. Coba tanya-tanya dulu.”
HP langsung diserahkan ke saya.
Saya cek beberapa menit dan mulai ketemu sumber masalahnya.
Ternyata ada kendala di jalur VBAT, yang menyebabkan HP restart-restart. Karena saat dicas HP justru normal, kemungkinan masalahnya ada di jalur atau bagian baterai.
Teknisi:
“Mas, ini kemungkinan dari jalurnya. Bisa juga dari baterainya. Kalau masih bisa diperbaiki, perkiraannya sekitar 100 ribuan. Tapi kalau ternyata baterainya rusak dan harus ganti, mungkin sekitar 200–250 ribu.”
Ibu:
“Coba dibenerin saja, Mas. Kayaknya jalurnya saja. Baterainya juga kelihatannya masih bagus, nggak kembung.”
Teknisi:
“Ya, semoga saja, Bu. Ini mau ditinggal atau ditunggu?”
User:
“Ditinggal saja, Mas. Saya ada perlu.”
Ibu:
“Berapa lama kira-kira, Mas?”
Teknisi:
“Sebentar, Bu. Paling 10–15 menit.”
User:
“Sudah ditinggal saja, Bu. Saya buru-buru.”
Saya pun bikin nota.
Mereka pergi.
Barulah saya mulai eksekusi.
Dan ternyata benar...
Cuma jalurnya.
Nggak perlu ganti baterai.
Saya perbaiki jalurnya, rakit kembali, lalu tes sana-sini.
Normal.
Masalah selesai tanpa harus ganti baterai.
Tapi karena sudah mendekati Magrib, seperti biasa konter saya tutup sebentar untuk sholat.
Habis Magrib, saya buka lagi.
Tiba tiba , masnya datang. Padahal mau tutup.
User:
“Mas, HP-nya sudah jadi?”
Dalam hati:
Wah, user datang. Saatnya cair ini. 😁
Saya sobek nota.
Teknisi:
“Sudah, Mas. Ini tinggal dicek.”
Dia cek HP-nya.
Restart sudah hilang.
HP normal.
Tapi tiba-tiba dia ngomong sesuatu yang bikin saya bingung sekaligus curiga.
User:
“Mas, nanti kalau ibu saya ke sini, bilang saja biayanya 250 ribu, ya.”
Saya langsung bengong.
Teknisi:
“Lho? Kan tadi sudah ngomong sama ibunya. Kalau jalur cuma 100 ribu.”
User:
“Nggak apa-apa, Mas. Itu uang saya juga. Nanti saya kasih uang rokok. Bilang saja rusaknya ganti baterai, LCD, atau apa lah. Pokoknya bilang 250 ribu.”
Saya mulai nggak nyaman.
Teknisi:
“Wah, saya nggak berani, Mas. Tadi kan sudah saya kasih perkiraan ke ibu. Kalau tiba-tiba dinaikkan, nanti saya yang kena.”
User:
“Nggak apa-apa, Mas. Saya yang tanggung jawab.”
Teknisi:
“Bukan masalah tanggung jawab, Mas. Saya nggak mau ikut-ikutan. Harga sudah ada kesepakatan dari awal.”
Tapi dia terus mendesak.
Bahkan akhirnya dia bilang:
User:
“Ya sudah, Mas. Minta nota kosong saja. Nanti saya tulis sendiri.”
Saya cuma bisa geleng-geleng.
Teknisi:
“Saya nggak ikut-ikut, ya. Ini menyangkut nama baik konter. Kalau nanti ibu sampean marah ke saya, saya kasih lihat CCTV. Biar jelas siapa yang nulis.”
Dia masih terus meyakinkan.
Akhirnya dia benar-benar menulis sendiri di nota:
Rp250.000.
Saya cuma lihat sambil senyum kecut.
Dalam hati:
Ini anak mau servis HP apa mau latihan korupsi? 😭
Setelah itu dia pulang.
Saya pun tutup konter untuk sholat.
---
Malamnya...
Dia datang lagi sambil membawa uang.
User:
“Mas, mau ambil HP.”
Teknisi:
“Oh, siap.”
Saya serahkan HP-nya.
Dia langsung menyerahkan uang.
User:
“Nih, Mas.”
Teknisi:
“Oh iya, makasih.”
Tapi tiba-tiba saya kepikiran sesuatu.
Teknisi:
“Eh, bentar... Ibu sampean kasih berapa?”
Mukanya langsung berubah.
User:
“Cuma dikasih 150 ribu.”
Saya tahan ketawa.
Teknisi:
“Lho... bukannya di nota sampean tulis 250 ribu?”
Dia cuma diam.
Mukanya jemberut.
Saya pun cuma senyum-senyum melihat tingkah anak muda zaman sekarang.
Sudah mau mark up 100 ribu...
Eh, malah tetep dikasih 150 ribu sama emak sendiri. 🤣
Dia masih dapet 50rb
Salam Kisah Teknisi


Posting Komentar