FRP Bukan Sekedar Bikin Email Baru

 Jam 4 sore...


Datang mas-mas bawa HP Vivo.


User:

“Mas, di sini bisa bikin akun Google?”


Teknisi:

“Bisa, Mas. Kenapa?”


User:

“Ini HP saya mau dimasukin Gmail kok nggak bisa. Padahal email sama password sudah benar.”


Teknisi:

“Coba saya cek dulu.”


HP dikasih ke saya, sekalian dikasih password layarnya.


Saya buka...


HP normal.

Masuk menu. Aplikasi juga bisa dibuka.


Saya masuk ke pengaturan akun Google.


Tapi pas saya lihat...


“Memverifikasi akun.”


Saya langsung nengok ke orangnya.


Teknisi:

“Mas... ini HP bypass FRP.”


User:

“FRP apaan, Mas?”


Teknisi:

“Ini HP masih minta akun Google pemilik sebelumnya. Jadi bukan Gmail Mas yang bermasalah.”



User:

“Ohhh... HP ini baru saya beli kemarin, Mas. Saya kira tinggal masukin Gmail saya.”


Teknisi:

“Bisa, tapi FRP-nya harus dibuka dulu.”


User:

“Bisa dibuka?”


Teknisi:

“Bisa. Tapi Vivo ini security-nya sudah baru. Harus direct, bongkar mesin, jumper pin tertentu, baru diflash.”


Dia langsung melongo.


Saya jelasin prosesnya dari awal sampai akhir.


Bukannya tambah paham...


Mukanya malah kayak orang lagi dengar penjelasan cara bikin pesawat. 😂


Akhirnya dia bertanya:


User:

“Berapa biayanya, Mas?”


Teknisi:

“Kurang lebih Rp150–200 ribu.”


Mukanya langsung berubah.


User:

“HAH?!”


Teknisi:

“Iya, Mas.”


User:

“Cuma masukin email doang Rp200 ribu?!”


Dalam hati saya:


“Yang Rp200 ribu itu bukan masukin emailnya, Mas...

itu perjuangan bikin HP Mas mau menerima email.” 😭


Teknisi:

“Kalau bikin Gmail memang murah, Mas. Tapi ini bukan bikin Gmail. HP-nya yang masih terkunci FRP.”


User:

“Berarti harus dibongkar?”


Teknisi:

“Iya.”


User:

“Nggak bisa colok USB aja?”


Teknisi:

“Untuk security yang sekarang nggak bisa, Mas. Harus bongkar dan direct.”


Dia langsung diam.


HP diambil.


Terus dia bilang:


User:

“Ya jangan deh, Mas. Mahal. Teman saya bikin email paling Rp20 ribu.”



HP dimasukin kantong...


BALIK KANAN... PULANG. 😂


Saya cuma bisa melongo.


Dalam hati:


“Mas... teman sampeyan memang bisa bikin Gmail Rp20 ribu.

Tapi kayaknya teman sampeyan belum tentu bisa bikin Gmail itu masuk ke HP sampeyan.” 🤣🤣


Teknisi itu kadang bukan mahal...

cuma masalah pelanggan memang lebih mahal daripada perkiraannya.


Salam Kisah Teknisi

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama