LCD Dua Kali Ganti, 😅
Ada mbak-mbak cantik mampir ke konter.
User:
“Mas, ini HP saya kalau dipencet susah, terus kadang mencet-mencet sendiri. Kenapa ya?”
Teknisi:
“Emang awalnya kenapa, Mbak? Kok bisa sampai begitu?”
User:
“Awalnya sih biasa saja, Mas. Tiba-tiba susah dipencet. Tapi kalau di-off terus di-on lagi, normal. Nah sekarang malah makin parah, sering mencet sendiri.”
Teknisi:
“Wah, kalau begitu kemungkinan LCD-nya, Mbak.”
User:
“Tapi LCD-nya sudah pernah diganti, Mas. Belum ada setahun dipakai.”
Teknisi:
“Iya, tapi ini kacanya juga sudah pecah. Jadi kemungkinan LCD-nya kena lagi.”
User:
“Enggak bisa dibenerin saja, Mas?”
Teknisi:
“Kalau kondisi begini susah, Mbak. Ini gambarnya saja sudah enggak keluar.”
User:
“Kalau ganti berapa, Mas?”
Teknisi:
“Kalau yang biasa sekitar Rp250–300 ribuan. Kalau yang bagus bisa di atas Rp300 ribu, bahkan bisa sampai Rp400 ribuan. Ini kan termasuk HP baru juga, internalnya 8/256.”
User:
“Ya sudah Mas, ganti yang bagus saja. Tapi Rp350 ribu ya.”
Teknisi:
“Ok, siap. Besok bisa diambil.”
User:
“Bikin nota saja, Mas. Yang awet ya. Jangan sampai belum setahun sudah rusak lagi.”
Teknisi:
“Kalau awet itu tergantung pemakaian juga, Mbak. Apalagi kacanya. Selama enggak sering ketekan, enggak jatuh, dan enggak kena air, insyaAllah awet.”
Setelah nota dibuat, mbaknya pergi.
Besoknya, sebelum berangkat ke konter, saya mampir dulu cari LCD sesuai pesanan.
Cari yang bagus.
Ketemu.
Sebelum dibawa, saya tes dulu.
LCD normal.
HP juga dites sambil dicas.
Tapi begitu charger dicabut...
HP malah restart-restart.
“Waduh... ini bukan LCD doang. fuse-nya juga bermasalah.”
Tapi ya sudah.
Yang penting LCD-nya normal dulu.
Sampai di konter, LCD dites lagi.
Normal.
Saya langsung bersihkan frame supaya enggak ada kotoran atau ganjalan yang bikin pemasangan enggak presisi.
Lem selesai.
Belum sempat dipres pakai karet, saya coba nyalakan.
Dan...
LAH?!
LCD malah muncul garis-garis.
Mulai panik.
“Jangan-jangan saya salah pasang...”
Saya angkat lagi.
Pasang ulang.
Tes lagi.
Sama.
Garis-garis lagi.
Dalam hati mulai ngomong sendiri:
“Ya Allah... hari apes ternyata enggak ada di kalender.”
Sudah jadi teknisi belasan tahun pun ternyata enggak menjamin setiap pemasangan selalu mulus. 😂
Akhirnya saya balik lagi ke tempat belanja.
Saya minta ganti LCD.
LCD kedua dites.
Normal.
Balik ke konter, pasang lagi.
Tes.
Normal.
Saya tes terus, dipres, kemudian saya standby-kan sekitar dua jam.
Sekalian masalah restart-restart tadi saya bereskan juga.
Setelah yakin aman...
Baru saja selesai, mbaknya datang.
User:
“Sudah jadi, Mas, HP saya?”
Teknisi:
“Notanya dibawa, Mbak?”
User:
“Itu lho, Mas. HP Vivo yang tadi malam.”
Teknisi:
“Iya, Mbak. Biar enggak ketuker. Sekalian biar sama-sama yakin.”
Mbaknya menyerahkan nota.
User:
“Ini, Mas. Tapi HP-nya sudah normal semua kan?”
Teknisi:
“InsyaAllah normal, Mbak. Saya kasih garansi satu minggu. Kalau LCD-nya ada masalah, bawa lagi ke sini.”
User:
“Tadi HP-nya juga kadang restart-restart, Mas.”
Teknisi:
“Itu sudah saya bereskan juga, Mbak.”
User:
“Berapa semuanya, Mas?”
Teknisi:
“Rp350 ribu, Mbak.”
Mbaknya diam sebentar.
Kemudian sambil senyum...
User:
“Mas, kurangin Rp10 ribu ya... buat beli es.” 😁
Saya cuma bisa menghela napas.
Dalam hati:
“LCD sudah ganti dua kali...
restart juga dibenerin...
nyari LCD mondar-mandir...
eh, ujung-ujungnya masih dipotong buat beli es.” 😂
Tapi melihat mbaknya yang dari tadi senyum-senyum, mungkin memang haus.
Akhirnya...
Teknisi:
“Ya wes, enggak apa-apa, Mbak.”
User:
“Makasih ya, Mas.”
Teknisi:
“Semoga awet ya, Mbak.”
User:
“Iya Mas, aamiin. Nanti kalau ada apa-apa saya ke sini lagi ya.”
Saya langsung jawab:
Teknisi:
“Jangan, Mbak... jangan sampai HP-nya rusak lagi.” 😂
User:
“Ya enggak gitu juga, Mas...” 😆
Mbaknya pergi sambil senyum-senyum, naik motor kesayangannya.
Saya kembali ke kursi teknisi.
Dalam hati cuma bisa bilang:
“Hari ini bukan cuma LCD yang diuji... kesabaran teknisinya juga ikut dites.” 😂
Yang penting pelanggan puas, HP normal, .
Teknisi diuji bukan cuma kemampuan memperbaiki HP...
Tapi kesabaran, ketelitian, dan ketenangan hati. 😁
Salah Kisah Teknisi


Posting Komentar