Pasang LCD sendiri, Bayar berapa?

 Malam-malam, pas konter sudah mau tutup, tiba-tiba ada mas-mas datang.



User:

“Mas, di sini bisa pasangin LCD nggak ya?”


Teknisi:

“LCD apa, Mas?”


User:

“Samsung, Mas. LCD-nya sudah ada, tinggal pasang saja.”


Teknisi:

“Oh bisa. Jasa pasangnya 80 ribu, Mas.”


Si Mas cuma mengangguk sambil kelihatan mikir.


User:

“Ohhh… segitu ya…”


Teknisi:

“Iya, Mas.”


User:

“Ya udah Mas, makasih.”


Teknisi:

“Sama-sama.”


Saya pikir selesai sampai situ.


Ternyata…


BESOK MALAMNYA DIA DATANG LAGI.


Tapi kali ini kondisinya beda.


HP-nya sudah dalam keadaan bongkaran.


Backdoor sudah lepas, bagian dalam sudah terbuka, dan yang bikin saya geleng-geleng…


BAUTNYA SUDAH BANYAK YANG HILANG.


Saya langsung kenal sama orangnya.


Teknisi:

“Mas yang kemarin tanya pasang LCD, kan?”


User:

“Iya Mas.”


Teknisi:

“Ini kenapa sudah dibongkar?”


User:

“Ya… ini Mas, mau dipasang.”


Teknisi:

“Gak apa-apa saya pasang? Kena 80 ribu.”


User:

“Gak apa-apa Mas.”


Saya lihat kondisi HP-nya, lalu penasaran.


Teknisi:

“Ini siapa yang bongkar?”


User:

“Temen saya, Mas.”


Teknisi:

“Terus kenapa nggak dilanjutin sama temennya?”


User:

“Pas sudah dibongkar malah bilang nggak bisa, Mas.”


Nah…


Baru saya paham.


Kemungkinan awalnya mereka mau coba pasang sendiri.


Tapi setelah HP dibongkar dan ketemu bagian yang bikin bingung…


akhirnya mundur juga.


Daripada tambah berantakan, HP dibawa lagi ke sini.


Saya mulai cek.


Ternyata memang ada satu bagian yang bikin agak susah.



SOKET LCD-NYA AGAK KERAS SAAT DIPASANG.


Jadi harus sedikit dipaksa, tapi tetap hati-hati.


Saya coba pasang…


Akhirnya masuk.


LCD saya tes.


Nyala.


Touch saya tes.


Normal.


Saya cek lagi semuanya.


Aman.



Tinggal dilem dan dirakit.


Baut yang sebelumnya banyak hilang pun saya lengkapi lagi.


Sampai akhirnya mau pasang backdoor…


Saya lihat ada yang kurang.


Teknisi:

“Mas, ini tombolnya mana?”


Si Mas langsung lihat plastik bekas bongkaran.


Dicari-cari…


Nggak ada.


User:

“Paling ketinggalan di rumah, Mas.”


Teknisi:

“Coba diambil dulu Mas, biar sekalian saya pasang.”


Tanpa banyak bicara, si Mas langsung naik motor.


Tancap gas.


Sekitar 10 menit kemudian datang lagi.


Saya kira tombolnya sudah ketemu.


Ternyata…


BELUM. 😂


User:

“Mas, tombolnya nggak ada.”


Teknisi:

“Lah, kalau nggak ada nanti bolong, Mas.”


User:

“Iya Mas. Cuma ada SIM tray. Tombolnya gak ketemu, masnya punya gak ya, bautnya kurang gak mas ini saya nemuin lagi baut. "


Teknisi :


Kalau baut sih banyak sudah saya lengkapi, coba saya cek stok tombolnya ya. 


Saya cek stok.


Kebetulan ada.


Teknisi:

“Ada, Mas. Tapi nanti kena biaya lagi. Gimana?”


User:

“Berapa, Mas?”


Teknisi:

“Cuma 30 ribu. Tapi warnanya beda.”


Si Mas nggak banyak mikir lagi.


User:

“Ya wes Mas, pasang saja.”


Akhirnya tombol saya pasang.


HP saya rakit kembali, saya rapihin, lalu saya tes sekali lagi.


Dan akhirnya…


HP-NYA NORMAL.


Si Mas yang dari tadi kelihatan tegang akhirnya mulai senyum.


HP yang awalnya mungkin dia pikir,


“Ah, cuma pasang LCD. Bisa sendiri.”


Malah berakhir…


HP sudah dibongkar,

baut ada yang hilang,

temennya nggak berani lanjut,

soket LCD bikin bingung,

dan tombolnya malah ikut nggak tahu ke mana. 😂


Untung akhirnya dibawa ke teknisi.


Yang kelihatannya cuma “tinggal pasang” memang benar tinggal pasang…


ASAL TAU CARANYA.


Kalau belum tahu, yang tadinya mau hemat 80 ribu…


bisa berubah jadi nambah kerjaan dan nambah biaya. 😅


Salam teknisi hp

0 تعليقات

إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم