Part 2 samsung a23
Malam itu bapak yang kemarin sempat datang buat ganti LCD Samsung A23 datang lagi ke konter buat ambil kabar HP-nya.
Bapak: "Mas... sudah jadi belum?"
Teknisi: "Pak... akhirnya ketemu penyebabnya."
Bapak: "Kenapa, Mas? LCD-nya rusak?"
Teknisi: "Bukan, Pak..."
"IC lampunya sudah nggak ada."
Bapaknya langsung diem beberapa detik.
Bapak: "Lho... kok bisa nggak ada?"
Teknisi: "Itu dia, Pak... kalau orang hilang masih bisa dicari. Kalau IC hilang... ya harus dipasang lagi."
"Saya mau tanya, Pak... setelah kemarin sempat ke sini, HP ini dibawa ke mana lagi?"
Bapak langsung senyum malu.
Bapak: "Dibawa adik, Mas. Katanya temennya bisa service... biayanya lebih murah."
Baru saya ingat.
Dulu bapak ini memang datang konsultasi. Keluhannya unik. Kalau ada telepon masuk atau dipakai nelpon, layar langsung gelap. Padahal kasus seperti itu sering saya kerjakan. Kebanyakan cuma sensor cahaya saja yang bermasalah, estimasi biayanya sekitar Rp80.000.
Karena pengin cari yang lebih murah, akhirnya HP dibawa ke ttemen adeknya.
Begitu saya buka mesinnya...
Saya malah geleng-geleng kepala.
IC lampunya sudah hilang.
Beberapa komponen juga sudah diganti, tapi tidak sesuai. Bekas bongkarannya pun kelihatan jelas.
Teknisi: "Pak... kalau kondisinya sudah begini, yang dibenerin bukan cuma kerusakan awalnya. Kita harus balikin lagi mesin ke kondisi normal, pasang IC lampu lagi, dan rapihin jalurnya."
Bapak: "Kalau dibenerin sekarang berapa, Mas?"
Teknisi: "Paling sekitar Rp350.000, Pak."
Bapak langsung menarik napas panjang.
Bapak: "Kapan jadinya, Mas?"
Teknisi: "Kalau lancar, besok. Paling lambat lusa, Pak."
Bapak cuma mengangguk pelan.
Bapak: "Ya sudah, Mas... dikerjain saja. Yang penting HP-nya hidup lagi."
Teknisi: "Siap, Pak."
Besoknya bapaknya datang lagi ke konter.
Saya kira mau nanya kabar HP...
Ternyata memang mau nanya.
Bapak: "Mas... HP-nya sudah jadi belum ya?"
Teknisi: "Sudah, Pak. Sudah bisa diambil."
Bapaknya langsung kelihatan lega.
Bapak: "Yang rusak apanya, Mas?"
Teknisi: "IC lampunya, Pak. Jalurnya juga bermasalah, sama coil-nya."
"Sudah saya beresin dan ganti yang memang perlu diganti."
Bapak kemudian masuk ke pertanyaan yang paling ditunggu teknisi...
Bapak: "Berapa jadinya, Mas?"
Teknisi: "Total Rp350 ribu, Pak."
Bapak langsung mengangguk menyakinkan.
Bapak: "Ya sudah... nanti malam saya ambil ya, Mas."
"Ini saya cuma lewat."
Teknisi: "Siap, Pak."
Dalam hati saya langsung...
"Alhamdulillah... malam ini cair nih!" 😂
HP sudah saya rapikan.
Sudah siap diserahkan.
Tinggal menunggu bapaknya datang.
Jam 7 malam...
Belum datang.
"Ah, mungkin masih ada urusan."
Jam 8...
Masih belum kelihatan.
Jam 9...
Saya mulai nengok-nengok ke depan konter setiap ada motor lewat.
Siapa tahu bapaknya.
Jam 10 malam...
Konter sudah mau tutup.
HP masih nangkring di meja.
Bapaknya?
Nggak ada batang hidungnya sama sekali. 😂
Saya tutup konter sambil mikir...
"Mungkin besok pagi datang."
Besoknya...
Nggak datang.
Saya tunggu lagi.
Masih nggak ada.
Besoknya lagi...
Hilang.
HP-nya masih ada.
Orangnya yang nggak ada.
😂
Padahal kemarin ngomongnya mantap banget...
"Nanti malam saya ambil ya, Mas."
Saya kira yang datang malam itu bapaknya...
Ternyata cuma harapan saya yang datang.
Dan yang lebih lucu...
Harapan itu pun ternyata nggak jadi kenyataan. 🤣
Jadi sekarang saya nggak tahu...
Ini bapaknya yang lupa?
Atau jangan-jangan setelah dengar Rp350 ribu, beliau pulang sambil bilang dalam hati:
"Kayaknya HP-nya belum terlalu saya butuhkan..." 😂
HP-nya sudah sembuh, Pak...
Yang belum sembuh sekarang cuma rasa penasaran saya:
"Pak... jadi diambil nggak itu HP?" 🤣
Salam Kisah Teknisi



إرسال تعليق