Hp Satu Tahun Tidak Digunakan, akhirnya banyak yang rusak

 HP Setahun Nganggur… Begitu Dibenerin, Malah Muncul Masalah Baru 😱


Siang itu datang seorang mas-mas membawa HP Xiaomi.


User:

“Mas, HP saya ini udah hampir setahun lebih nggak dipakai. Saya cas lagi, HP-nya nyala… tapi layarnya nggak bisa disentuh. Itu kenapa ya, Mas?”


Teknisi:

“HP-nya dibawa sini, Mas. Coba saya cek dulu.”


Begitu dicek, ternyata bukan cuma touchscreen yang bermasalah.


Tombol luar sudah rusak, tombolnya bahkan sudah nggak ada. Setelah HP menyala, touchscreen benar-benar nggak merespons sama sekali.


Karena HP belum dibongkar, saya pilih nego harga dulu.


Soalnya kalau langsung bongkar, ternyata kerusakannya parah dan nggak jadi diperbaiki, malah saya sendiri yang repot. 😅


Teknisi:

“Mas, ini kemungkinan dari LCD. Touchscreen-nya nggak respon. Tombol sama fleksibelnya juga sudah rusak.”


User:

“Kalau dibenerin semua berapa, Mas?”


Teknisi:

“Kalau LCD sekitar Rp230 ribuan. Ditambah fleksibel sama backdoor yang juga sudah rusak, perkiraannya sekitar Rp280–300 ribuan.”


User:

“Waduh… kok mahal, Mas. Kalau sparepart-nya saya beli sendiri online, di sini bisa dipasangin nggak?”


Teknisi:

“Bisa, Mas.”


User:

“Ya wes, saya pikir-pikir dulu.”


Empat hari kemudian…


Masnya datang lagi.


Tapi kali ini tangannya penuh dengan sparepart hasil belanja online. 😂



User:

“Mas… ini LCD sudah saya beli. Tombol sama backdoor juga sudah. Tinggal pasang aja.”


Teknisi:

“Oh iya, bisa Mas. Jasa pasangnya Rp80 ribu ya.”


User:

“Iya, Mas. Saya sudah tahu. Kemarin kan sudah tanya. LCD di online cuma Rp100 ribuan. Tombol sama backdoor juga murah. Semua totalnys nggak sampai Rp180 ribu.”


Saya cuma bisa senyum.


Memang sekarang zaman sudah canggih.


Harga sparepart bisa dibandingkan dalam hitungan detik.

Yang kelihatan cuma harga barangnya.


Tapi yang belum kelihatan…


adalah kondisi HP-nya. 😅


Akhirnya HP saya bongkar.


Dan begitu bagian papan cas dibuka…


Teknisi:

“Waduh… Mas…”


Saya langsung menemukan sesuatu yang bikin saya berhenti sejenak.


Ada beberapa jalur yang gosong.



Bukan satu.


"Ada sekitar 4 jalur yang sudah hilang."


Ternyata HP ini pernah kena air.


User:

“Lah… terus gimana, Mas?”


Nada suaranya mulai berubah.


Yang tadinya santai…


mulai panik.


Teknisi:

“Ini jalurnya harus dibenerin dulu, Mas. Baru nanti LCD bisa normal.”


User:

“Terus biayanya jadi berapa?”


Teknisi:

“Kalau sekalian perbaikan jalur dan pasang LCD, jadi Rp150 ribu.”


User:

“Waduh… malah jadi mahal ya, Mas.”


Teknisi:

“Ya gimana, Mas… jalurnya pada kebakar. Bekas kena air.”


Akhirnya dia mengangguk.


User:

“Ya wes, Mas. Kerjain aja. Besok saya ambil.”


Saya kerjakan pelan-pelan.


Jalur yang hilang saya sambung kembali.


LCD dipasang.


Tombol dipasang.


Semua dicek.


Cas masuk.


HP nyala.


Touchscreen normal.


Akhirnya HP kembali hidup seperti semula.


Besoknya masnya datang.


User:

“Sudah jadi, Mas?”


Teknisi:

“Sudah. Ini tinggal dipakai.”


User:

“Berapa, Mas?”


Teknisi:

“Rp150 ribu.”


Dia bayar.


Sebelum dibawa pulang, dia sempat bertanya:


User:

“Ada garansi nggak, Mas?”


Teknisi:

“Kalau untuk perbaikan touchscreen karena jalurnya, saya bisa garansi. Tapi kalau LCD-nya, juga nggak ada garansi dari saya.”


User:

“Oh, oke. Siap, Mas.”


HP pun dibawa pulang.


Saya pikir…


Selesai.


Ternyata…


BELUM.


Keesokan paginya, HP saya belum lama buka konter…


TING!


Ada pesan WhatsApp masuk dari orang tersebut.



Pesannya cuma pendek:


«“Mas… HP-nya nggak bisa dicas.”»


Saya langsung bengong.


LAH?! 😳


Kemarin sudah dites.


Cas normal.


Touchscreen normal.


HP normal.


Tapi pagi ini…


nggak bisa dicas lagi.


Dan yang bikin saya penasaran…


Apakah jalur yang kemarin saya perbaiki kembali bermasalah?


Atau…


ternyata ada kerusakan lain yang belum ketahuan?


Salam Kisah Teknisi

0 تعليقات

إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم