Lagi asyik nulis cerita di konter, tiba-tiba ada yang datang.
Seorang mbak-mbak cantik pakai kerudung datang sambil senyum.
Mbak:
“Permisi, Mas…”
Saya yang tadinya fokus sama tulisan, langsung menoleh.
Begitu lihat orangnya…
Mata langsung terpanah.
Waktu seakan berhenti sejenak.
Tangan berhenti ngetik.
Pikiran mulai ke mana-mana. 😂
Setelah sadar kalau saya masih di konter, langsung saya jawab.
Teknisi:
“Iya, Mbak… gimana?”
Mbaknya malah langsung nanya…
Mbak:
“Mas butuh uang nggak, Mas?”
Loh… 🤔
Tumben banget ada orang datang ke konter, bukannya nanya harga servis, malah langsung nawarin uang.
Teknisi:
“Ya… semua orang juga lagi butuh uang, Mbak. Makanya saya kerja di sini. Emang kenapa, Mbak?”
Mbaknya langsung mengambil selembar kertas, kemudian disodorkan ke saya.
Mbak:
“Ini, Mas. Kalau Masnya butuh uang, telepon saya aja. Nomornya sudah ada di situ.”
Saya lihat kertasnya…
Ohhh…
Teknisi:
“Walahhh… Mbaknya dari pegadaian toh?” 😂
Mbak:
“Iya, Mas.”
Kemudian mbaknya mulai menjelaskan dengan serius.
Mbak:
“Kami menerima gadai emas, HP, laptop, PlayStation, TV, kamera SLR, sampai BPKB, Mas…”
Saya cuma bisa manggut-manggut.
“Iya… iya…”
Padahal pikiran saya masih belum selesai dari pertanyaan pertama.
Akhirnya saya coba memberanikan diri.
Teknisi:
“Kalau… Mbaknya menerima gadai hati nggak, Mbak?”
Mbaknya langsung diam.
Saya lanjut…
Teknisi:
“Biar ada yang jagain… soalnya kalau hati saya dijaga sendiri kok kayaknya capek.” 🤣
Mbaknya langsung tersipu malu.
Tapi ternyata mbaknya tetap profesional.
Mbak:
“Kalau yang mau digadaikan sesuai yang tadi saya sebutin, WhatsApp saya aja ya, Mas. Kami siap membantu sampai cairrr…”
Nah…
Yang cair ternyata bukan perasaan saya.
Tapi pinjaman. 🤣
Saya pun langsung jawab:
Teknisi:
“Siap, Mbak. Nanti malam saya konsultasi biar enak…”
Mbaknya senyum.
Mbak:
“Baik, Mas.”
Teknisi:
“Soalnya kalau siang begini saya kerja, Mbak…”
Mbaknya pun pamit.
Mbak:
“Makasih, Mas. Mari…”
Teknisi:
“Mari, Mbak…”
Begitu mbaknya pergi, saya lihat lagi kertas yang dikasih.
Saya cuma bisa senyum sambil ngomong dalam hati:
“Beginilah nasib teknisi…
sudah berharap dapat pelanggan,
dapatnya penawaran pinjaman.” 😂
Tapi dari kejadian itu saya sadar satu hal…
Jangan mudah terpesona sama orang cantik yang datang membawa senyuman.
Karena bisa jadi…
dia bukan datang untuk mengambil hati kita,
tapi datang untuk mengambil BPKB kita. 🤣🤣
Salam Kisah Teknisi


إرسال تعليق