Siang itu ada seorang mas-mas datang ke konter. Dari cara ngomongnya, kelihatannya sudah punya gambaran sendiri soal servis HP.
User : Mas... di sini bisa pasang-pasang IC nggak, Mas?
Teknisi : Bisa, Mas. Tapi maksudnya pasang IC apa?
User : Itu lho, Mas... IC yang kotak kecil-kotak itu.
Teknisi : 😅 Ohh... IC. Kalau IC sinyal PA, IC WiFi, IC power, eMMC, UFS, sampai IC CPU at.au ic apa..?
User : Nah, IC WiFi, Mas. Soalnya WiFi saya bermasalah, terus sinyal SIM juga kurang.
Teknisi : Terus gimana?
User : Ya nanti saya minta pasangin IC WiFi di sini.
Teknisi : HP-nya apa, Mas?
User : iPhone 8 Plus.
Teknisi : IC-nya sudah ada?
User : Belum.
Teknisi : Terus?
User : Nanti saya beli... atau kalau perlu saya ambil dari HP yang mati.
Saya mulai diam sebentar.
User : Kenapa, Mas?
Teknisi : Nggak... saya cuma penasaran, Mas dapat ilmu dari mana?
User : Dari YouTube, Mas. 😂
Teknisi : Oalah...emang kendalanya apa mas, kok tau ic wifinya rusak
User : wifinya gak bisa di pencet mas, Gampang kok, Mas. Tinggal ambil IC yang lama, terus pasang yang baru.
Saya cuma senyum.
Dalam hati:
“Wah... ternyata yang susah bukan pasang IC-nya. Yang susah menjelaskan kenapa pasang IC itu nggak semudah pasang casing.”
User : Kalau cuma pasang doang, kena berapa, Mas?
Teknisi : Murah, Mas... paling Rp150–200 ribu.
Tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah.
User : Hah? Berapa, Mas?
Teknisi : Rp150–200 ribu.
User : Tadi nggak kedengeran, Mas. Ada motor lewat. 😁
Teknisi : Rp150–200 ribu, Mas.
User : CUMAN PASANG DOANG segitu, Mas?!
Nah... mulai kelihatan.
Dalam hati saya:
“Ini kayaknya kalau saya bilang harga sebenarnya, bukan cuma WiFi yang putus... pembicaraan kita juga bisa putus.” 😂
Akhirnya saya buka skematik iPhone 8 Plus dan saya tunjukkan posisi IC tersebut.
Teknisi : Nih Mas, coba lihat dulu posisinya.
User : Iya, Mas.
Teknisi : Ini masalahnya bukan sekadar copot IC lama, terus pasang IC baru.
User : Emang kenapa?
Teknisi : Posisi IC ini dekat dengan IC CPU. Jadi kalau proses pengerjaannya salah atau panasnya berlebihan, yang tadinya mau benerin WiFi malah bisa bikin HP mati.
User : Waduh...
Teknisi : Belum lagi Mas bilang sinyal SIM juga lemah.
User : Iya.
Teknisi : Itu belum tentu karena IC WiFi. Jalurnya beda lagi. Jadi harus dicek dulu sumber masalahnya.
User mulai mengangguk-angguk.
Teknisi : Terus kalau IC-nya ambil dari HP mati, kita juga nggak bisa langsung yakin IC itu sehat. Harus dicek dan dipastikan dulu. Kalau ternyata IC donor bermasalah, berarti kerja dua kali.
User : Ohhh...
Teknisi : Jadi harga Rp150–200 ribu itu bukan mahal karena “cuma pasang”.
User : Terus karena apa?
Teknisi : Karena yang dipasang bukan cuma IC-nya, Mas...
Yang dipertaruhkan juga HP-nya.
User langsung diam.
Saya lanjut ngomong:
Teknisi : Kalau memang tinggal ambil, taruh, solder, beres... saya juga nggak perlu belajar bertahun-tahun. Cukup buka YouTube, pause videonya, terus praktik. 😂
User cuma senyum-senyum sambil lihat skematik.
Beberapa saat kemudian...
User : Ya udah, Mas. Saya tanya-tanya dulu deh.
Teknisi : Siap, Mas.
User : Saya ke sini soalnya kata temen saya, katanya di sini bisa pasang IC.
Teknisi : Bisa, Mas...
Dalam hati saya:
“Bisa pasang IC memang bisa...
Tapi kalau yang dicari cuma ‘tukang pasang’, mungkin YouTube lebih cocok.” 😂
Karena di dunia servis HP, IC kecil bukan berarti risikonya kecil.
yang kelihatan cuma kotak kecil di atas mesin, tapi untuk mengerjakannya dibutuhkan ilmu, alat, ketelitian, pengalaman, dan keberanian menanggung risikonya.
Salam Kisah Teknisi


إرسال تعليق