TERNYATA YANG DATANG BUKAN CUMA MAU SERVICE… TAPI BAWA BENDAHARA SEKALIGUS 😂
Sore itu datang mas-mas ke konter sambil bawa anaknya.
Mas:
“Assalamualaikum, bang…”
Sambil tangannya diangkat, kode minta salaman.
Teknisi:
“Wa’alaikumussalam…”
Saya langsung taruh solder ke tempatnya, terus salaman.
Mas:
“bang… saya kemaren… kemaren kesini, ehh tutup.…”
Teknisi:
“Iya mas, saya bukanya jam 2 siang sampai jam 10 malam.”
Mas:
“Iya… kemarin saya ke sini jam 10 siang. Abangnya belum buka. Akhirnya saya ke tempat temennya saya, katanya bisa service juga.”
Teknisi:
“Ohh… iya terus?”
Belum sempat saya lanjut ngobrol, HP Samsung langsung disodorin ke saya.
Mas:
“Ini HP saya gak bisa dicas, bang. Katanya di sana sudah diganti tempat casnya, tapi masih sama aja. Kira-kira apanya ya bang?”
Saya langsung cek.
Dicolok USB Doctor…
0,00 Ampere.
Dicolok ke komputer…
Komputer juga gak mendeteksi.
Teknisi:
“Kalau seperti ini bisa dari jalurnya atau soketnya. Bisa juga dari IC cas-nya.”
Mas:
“Kalau dibenerin kira-kira berapa, bang?”
Teknisi:
“Kurang lebih Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, mas.”
Mas:
“Ohh… ya sudah. Saya tanyain istri dulu ya, bang. Mau apa enggak.”
Dalam hati saya:
“Nahhh… ternyata ini bukan pelanggan yang mau service sendiri.”
Ini pelanggan yang mau rapat dulu sama bendahara. 😂
Teknisi:
“Oke siap. HP-nya gak dibawa, mas?”
Mas:
“Disini aja dulu. Nanti saya balik lagi. Saya tanya istri dulu.”
Teknisi:
“Siap, mas.”
---
SATU JAM KEMUDIAN…
Masnya datang lagi.
Tapi kali ini gak sendirian.
Datang bersama istrinya…
dan dua anaknya.
Yang kecil malah digendong istrinya.
Saya langsung dalam hati:
“Waduh… ini bukan sekadar tanya harga.”
“Ini sudah masuk tahap SURVEI LOKASI.” 😂
Masnya langsung ngomong ke istrinya:
“Ini nih, Ma… saya service-nya di sini. Kalau sama abangnya alhamdulillah jadi terus, cocok soalnya servicenya.”
Istrinya langsung menatap saya.
Istri:
“Bener bang, servicenya Rp150 ribu?”
Teknisi:
“Iya, bu… kurang lebih Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, tergantung kerusakannya.”
Istri:
“Kalau segitu kerjain aja, bang!”
Saya belum sempat jawab…
Dari belakang, suaminya langsung kasih kode:
👍👍
DUA JEMPOL.
Dalam hati dia mungkin:
“YESSS… ACC BENDAHARA!” 😂
Saya cuma bisa senyum-senyum.
Istri:
“ jadinya kapan, bang?”
Teknisi:
“Nanti malam insyaallah jadi, bu. Sekitar jam 9. Soalnya masih ada beberapa antrian kerjaan.”
Mas:
“Ya sudah bang, ditinggal dulu ya…”
Terus dia menoleh ke istrinya.
“Ya udah, Mah… ayo pulang.”
Sambil senyum-senyum puas.
Saya perhatiin mereka pergi sambil bawa dua anaknya.
Baru saya sadar…
Ternyata tadi si mas bukan gak berani memutuskan.
Dia cuma sedang menjalankan SOP rumah tangga:
TANYA TEKNISI → LAPOR BENDAHARA → BENDAHARA DATANG → CEK HARGA → BARU ACC. 😂
Makanya satu jam kemudian istrinya datang langsung bersama anak-anak.
Bukan cuma mau memastikan harga…
tapi sekalian memastikan anggaran yang diajukan suaminya sesuai dengan kenyataan di lapangan. 🤣
Dalam hati saya:
“Wah… ini mah bukan istri biasa.”
“Ini bendahara yang turun langsung melakukan audit.” 😂
Si suami di belakang cuma bisa kasih kode dua jempol.
👍👍
Mungkin dalam hatinya:
“Alhamdulillah… proposal saya disetujui.” 🤣
Saya pun cuma bisa senyum.
Karena ternyata dalam rumah tangga…
Teknisi punya alat untuk mengecek kerusakan HP,
sedangkan istri dia punya kemampuan untuk mengecek semua pengajuan suami. 😂
Salam Kisah Teknisi



إرسال تعليق