Ganti Konektor Cas Sudah Ditawar 50Rb Eh Pas Bayar Uang 100rb Minta kembalian 70rb

 Datang suami istri bersama anaknya ke konter.



Suami:

“Mas, HP istri saya tiba-tiba mati. Itu apanya ya?”


Teknisi:

“Awalnya kenapa, Mas?”


Memang setiap ada user datang, saya selalu tanya dulu kronologinya. Biar jangan sampai salah tindakan.


Suami:

“Tadinya sih kehabisan baterai. Terus saya cas nggak mau masuk, malah mati. Padahal sudah ganti charger baru, Mas. Sampai beli charger lagi.”


Teknisi:

“Coba saya cek dulu ya, Mas.”


Saya colok ke USB Doctor.


Nggak ada respon sama sekali.


Ampere juga nggak naik. Berarti memang nggak ada arus yang masuk ke HP.


Saya coba tekan tombol power.


HP sempat nyala sebentar...


Teknisi:

“Wah, kalau begini ada kemungkinan tempat casnya, Mas. Paling harus ganti konektor charging.”


Suami:

“Bisa begitu kenapa, Mas?”


Teknisi:

“Biasanya bisa karena sering dicas sambil dipakai main. Bisa juga waktu colok charger kurang pas, terus didorong atau dipaksa masuk.”


Mendengar harga, istrinya langsung ikut bertanya.


Istri:

“Berapa Mas kalau ganti tempat casnya?”


Teknisi:

“Paling Rp75 ribu, Mbak.”


Istri:

“Gak kurang, Mas? Kan cuma ganti itunya aja?”


Teknisi:

“Iya, kemungkinan konektornya.”


Mulailah tawar-menawar.


Dari Rp30 ribu...


Naik Rp40 ribu...


Sampai akhirnya...


Istri:

“Ya sudah Rp50 ribu.”


Teknisi:

“Siap, Mbak.”


Belum selesai urusan HP istri, suaminya tiba-tiba mengeluarkan HP miliknya.


Suami:

“Nah, sama ini Mas. HP saya baru beli, tapi WhatsApp-nya muncul tulisan ‘Akun ini tidak bisa menggunakan WhatsApp.’ Sudah ganti tiga kartu, paling sehari diblokir lagi.”



Teknisi:

“Kalau yang ini beda lagi, Mas. Harus dicek dulu. Bisa saja HP refurbished atau ada masalah pada identitas perangkatnya. Bisa juga nomor atau akunnya terkena pemblokiran karena aktivitas yang dianggap sp4m, pen1puan, atau pernah memakai WhatsApp modifikasi.”


Suami:

“Terus solusinya gimana, Mas?”


Teknisi:

“Harus saya cek dulu penyebab pastinya. Kalau memang masalahnya di software atau identitas perangkat, nanti baru kita tentukan penanganannya.”


Istri:

“Kalau yang ini berapa biayanya, Mas?”


Teknisi:

“Lumayan, Mbak. Bisa sekitar Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, tergantung hasil pengecekan.”


Suaminya langsung mengangguk.


Suami:

“Ya sudah, Mas. Itu saja dulu. Ditungguin ya.”


Teknisi:

“Siap.”


Saya pun mulai bongkar HP.


Sementara saya sibuk kerja, suami istri yang duduk tidak jauh dari meja servis mulai ngobrol sendiri.


Awalnya pelan...


Lama-lama mulai terdengar jelas. 😅


Suami:

“Noh, Ma... dengerin. Jangan sambil dipakai main kalau lagi dicas. Tuh, jadi rusak kan.”


Istri:

“Gak pernah, Mas! Paling ya salah masukinnya.”


Diam sebentar.


Lalu gantian istrinya menyerang.


Istri:

“Lah HP Mas sendiri malah beli yang nggak jelas. WhatsApp malah diblokir. Buang-buang uang saja!”


Suami:

“Tapi ini murah, beli sama teman.”


Istri:

“Murah apanya? Sekarang malah bikin pusing sendiri. Beli murah, benerinnya malah mahal!”


Saya sebenarnya nggak mau ikut mendengarkan.


Tapi mereka duduknya memang dekat.


Mau menjauh juga tangan lagi pegang solder. 😅


Akhirnya perdebatan itu berlangsung cukup lama.


Saling menyalahkan.


Saling mengingatkan.


Dan saya cuma bisa fokus ke HP sambil pura-pura...


“Nggak dengar apa-apa.” 😂


Setelah selesai, saya pasang kembali semuanya.


Teknisi:

“Nah, ini Mas sudah jadi.”


Suami:

“Normal, Mas?”


Teknisi:

“InsyaAllah normal.”


Istrinya langsung bertanya lagi.


Istri:

“Garansi nggak, Mas?”


Teknisi:

“Garansi satu minggu, Mbak.”


Istri:

“Kok cuma sebentar? Setahun paling... atau sebulan?”


Saya langsung senyum.


Teknisi:

“Waduh, Mbak... saya bukan yang bikin HP-nya. Kalau saya yang bikin mungkin bisa kasih garansi setahun. 😅”


“Selama pemakaian normal insyaAllah aman. Yang penting jangan dibanting, jangan kena air, dan jangan dicas sambil dipakai main terus.”


Istrinya kemudian mengambil uang Rp100 ribu.


Sambil menyerahkan uang, dia bilang:


Istri:

“Kembali Rp70 ribu ya, Mas...”


Saya langsung jawab:


Teknisi:

“Lho, Mbak... Rp50 ribu.”


Istrinya malah nyeletuk:


Istri:

“Garansinya cuma seminggu, Mas. Nggak bisa ditawar lagi?”


Saya cuma bisa...


senyum. 😁


kira kira apa yang ada Dalam hati / pikiran teknisi....??


Salam Kisah Teknisi

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama