Cuma Charger 20 Ribu, Tapi Ceritanya Bikin Air Mata Jatuh
Pas lagi santai, saya scroll-scroll Facebook.
Sempat lihat ada yang posting jual charger cuma Rp20 ribu. Saya cuma lihat sekilas, lalu lanjut scroll lagi.
Besoknya, saya lihat postingan dari Kang Mamat.
Ternyata benar… orang yang jual charger Rp20 ribu itu sedang berada di rumah sakit.
Awalnya saya pikir cuma jual charger biasa.
Tapi setelah saya baca postingannya dari awal sampai akhir, ternyata ceritanya jauh lebih dalam.
Charger itu dijual bukan karena ingin cari untung besar.
Tapi karena beliau sedang membutuhkan uang untuk makan ibunya yang sedang menjaga beliau di rumah sakit.
Ya Allah…
Saya baca sampai selesai, tiba-tiba air mata ini menetes.
Bukan karena harga chargernya.
Tapi karena ternyata di zaman sekarang, masih ada orang yang untuk makan saja harus mencari cara dengan menjual barang yang dia punya.
Saya langsung tanya ke Kang Matthew Mamat
Alhamdulillah, ternyata rumah beliau tidak terlalu jauh dari rumah saya.
Saya diperumahan KALIWULU blok G2, beliau di blok H8.
Akhirnya saya memberikan sedikit rezeki buat beliau.
saya bukan orang kaya.
Saya juga bukan orang yang punya banyak uang.
Tapi alhamdulillah… kalau Allah masih memberikan sedikit rezeki, mungkin sesekali kita bisa sisihkan untuk membantu orang lain.
Karena terkadang, yang kita anggap kecil bagi kita, bisa jadi sangat berarti bagi orang lain.
Rp20 ribu mungkin tidak seberapa bagi sebagian orang.
Tapi bagi seseorang yang sedang berjuang untuk makan di rumah sakit, uang itu bisa berarti satu kali makan untuk dirinya dan ibunya.
Dan jujur…
Kadang saya miris melihat keadaan negeri ini.
Banyak pengusaha kecil yang tumbang.
Banyak karyawan kehilangan pekerjaan karena PHK.
Banyak orang yang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja harus berpikir keras.
Sementara di atas sana, masih ada sebagian pejabat yang seolah lupa kepada siapa mereka diberi amanah.
Rakyat sedang menghitung uang untuk membeli beras.
Ada yang menghitung uang untuk makan.
Ada yang menjual barang miliknya hanya untuk bertahan hidup.
Tapi ada juga yang sibuk menghitung apa yang bisa masuk ke perutnya sendiri.
Sedih rasanya melihat negeriku.
Semoga suatu hari nanti, orang-orang yang diberi amanah benar-benar kembali melihat ke bawah.
Melihat rakyat yang sedang berjuang.
Karena negeri ini bukan hanya milik mereka yang duduk di kursi kekuasaan.
Negeri ini juga milik orang kecil yang setiap hari berjuang agar keluarganya tetap bisa makan.
Dan mungkin…
Kita memang tidak mampu membantu semua orang.
Tapi jangan sampai karena merasa tidak mampu membantu banyak, akhirnya kita tidak membantu siapa-siapa.
Kalau belum bisa mengubah dunia, setidaknya jangan biarkan orang di sekitar kita merasa sendirian dalam perjuangannya. ❤️
Salam Kisah Teknisi




Posting Komentar