Sering Buat Main Game Sambil Di Cas Mengakibatkan Baterai Cepat Rusak

 Ada mas-mas datang ke konter sambil membawa HP Xiaomi.


User:

“Mas, mau tanya… kenapa ya HP saya sering lobet?”


Teknisi:

“Maksudnya gimana, Mas?”


User:

“Jadi kalau dicas lama, tapi dipakai sebentar cepat habis.”


Teknisi:

“Ohhh… kirain apa. Banyak kemungkinan, Mas. Tapi yang paling sering sih batrenya sudah bermasalah.”


User:

“Emang apa saja kemungkinan lainnya, Mas?”


Teknisi:

“Bisa dari jalur VBUS, bisa juga dari mesinnya. Kalau dari mesin bisa IC power, IC charger, atau komponen lainnya. Tapi paling gampang, kita coba dari batre dulu.”


User:

“Tapi saya yakin bukan mesinnya, Mas. Mesinnya aman-aman saja. Kalau ganti batre berapa?”


Teknisi:

“Kalau yang biasa Rp180 ribu. Tapi kalau yang bagus, dobel power, sekitar Rp280 ribu.”


User:

“Loh… lumayan juga ya.”


Teknisi:

“Kebetulan saya punya stok yang dobel power. Bisa langsung dipasang. Paling pengerjaannya sekitar 10 menit sudah beres.”


Mulailah sesi yang paling sering terjadi di konter:



Tawar-menawar.


User:

“Rp200 ribu saja, Mas, yang bagus.”


Teknisi:

“Wah, belum dapat, Mas. Paling harga pas Rp250 ribu. Garansi satu minggu.”


User:

“Kirain garansinya satu tahun.”


Dia ngomong sambil ketawa.


Saya cuma bisa ikut senyum.


Teknisi:

“Kalau satu minggu aman, biasanya ke depannya juga aman, Mas. Yang penting pemakaiannya wajar.”


Saya kemudian jelaskan sedikit cara merawat batre.


“Kalau mau batre lebih awet, jangan sering dibiarkan sampai habis total. Misalnya sudah sekitar 20%, bisa dicas. Kalau sudah 85–90%, boleh dicabut. Jangan terlalu sering dicas sambil dipakai, apalagi sambil main game. Dan kalau bisa jangan dicas semalaman sampai pagi.”


User:

“Wah… kalau saya justru sering begitu, Mas.”


Teknisi:

“Sering gimana?”


User:

“Kalau malam HP saya dicas sampai pagi. Terus kalau lagi main game dan baterainya tinggal sedikit, ya sambil dicas juga.”


Saya langsung ketawa kecil.


Teknisi:

“Nah… kan. Itu salah satu kebiasaan yang bikin batre cepat capek.”


User:

“Kalau begitu kurangin lagi dong, Mas, harganya.”


Teknisi:

“Lho, hubungannya ke harga apa, Mas?” 😄


User:

“Ya kan saya sudah ngaku salah.”


Teknisi:

“Yang saya kasih solusi, bukan diskon, Mas.” 😂


Dia kemudian melihat HP-nya sambil mikir.


User:

“Kalau batre ini kira-kira awet berapa tahun, Mas?”



Teknisi:

“Kalau pemakaiannya wajar, bisa awet beberapa tahun, Mas.”


User:

“Pantesan… ini saja sudah hampir 4 tahun belum pernah ganti batre.”


Saya pun cuma mengangguk.


Ternyata setelah hampir 4 tahun, baru sekarang batrenya mulai minta pensiun.


User:

“Ya sudah, Mas. Nanti saya tanya istri dulu biar enak.”


Saya jawab santai:


Teknisi:

“Mangga, Mas.”


Tapi dia belum selesai.


User:

“Beneran ya, Mas. Nanti saya ke sini lagi.”


Teknisi:

“Iya, siap, Mas.”


Dia kemudian pergi naik motor.


Saya lihat sampai motornya benar-benar hilang dari pandangan.


Dalam hati saya cuma bisa berkata:


“Katanya nanti balik lagi… tapi nanti yang dimaksud itu kapan?” 😂


Karena sebagai teknisi, kita sudah sering mengalami satu kalimat keramat:


“Nanti saya balik lagi, Mas.”


Sebagian memang balik.


Tapi kadang…


HP-nya ikut pergi, pemiliknya ikut hilang, dan kita cuma bisa menjaga harapan. 😭😂


Salam Kisah Teknisi

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama