Datanglah bapak dan ibu naik motor ke konter.
Begitu turun, si ibu langsung membawa sebuah HP yang kondisi LCD-nya sudah pecah.
Ibu:
“Mas, bisa benerin HP ini nggak ya? Ini HP-nya nggak bisa masuk ke menu… padahal tadinya nggak apa-apa.”
Teknisi:
“Awalnya kenapa, Bu? Kok bisa sampai begini?”
Belum sempat si ibu menjawab, bapaknya langsung nyaut.
Bapak:
“Itu HP saya, Mas. Tadinya habis dipakai nelpon. Selesai nelpon saya cas… eh, tiba-tiba malah jadi begitu.”
Teknisi:
“Oh, boleh saya cek dulu, Pak?”
Bapak:
“Bisa? Buk, kasih sini HP-nya.”
HP langsung diberikan.
Saya cek sebentar.
Colok USB masih terdeteksi.
Tombol-tombol juga masih normal.
Tapi HP tetap nggak bisa masuk menu.
Saya lihat kondisi LCD-nya yang pecah.
Teknisi:
“Ini LCD-nya pecah, Pak. Sebelumnya masih normal?”
Bapak:
“Normal, Mas. Itu HP belum pernah diservis sama sekali. Masih orian semua. Walaupun LCD-nya pecah, selama ini masih berfungsi normal. Yang rusak cuma kacanya.”
Saya mulai curiga.
Teknisi:
“Kalau kasusnya seperti ini ada dua kemungkinan, Pak. Bisa dari jalur yang konslet atau tegangan nggak stabil sampai bikin HP restart-restart. Tapi bisa juga dari software.”
Bapaknya langsung menyela.
Bapak:
“Kalau bisa jangan sampai software, Mas.”
Teknisi:
“Kenapa, Pak?”
Bapak:
“Soalnya datanya masih penting. Kalau software, katanya bisa hilang semua?”
Teknisi:
“Kalau sampai harus dilakukan software, memang ada kemungkinan data hilang, Pak. Tapi kita cek hardware-nya dulu.”
Bapaknya langsung mengangguk.
Bapak:
“Ya sudah, Mas. Yang penting dicoba dulu. Kalau bisa jadi, jadi.”
Teknisi:
“Perkiraan kalau memang jalur, sekitar Rp70 ribuan, Pak. Tapi saya bongkar dan cek dulu.”
Bapak:
“Nggak apa-apa, Mas. Yang penting jadi. Bisa ditungguin?”
Teknisi:
“Bisa. Paling sekitar 15 menit.”
Bapaknya masih penasaran.
Bapak:
“Kalau nggak jadi gimana, Mas? Misalnya tetap rusak?”
Teknisi:
“Kalau nggak berhasil ya nggak kena biaya, Pak.”
Bapaknya langsung mantap.
Bapak:
“Ya sudah, kerjain aja, Mas.”
HP langsung saya bongkar.
Dan ternyata…
BENERAN MASIH SEGEL.
Nggak ada bekas bongkar.
Nggak ada bekas servis.
Semuanya masih bawaan pabrik.
Saya cek satu per satu jalurnya.
Sampai akhirnya ketemu biang keroknya.
ADA JALUR YANG KONSLET.
Bapaknya yang dari tadi penasaran malah ikut berdiri di samping meja servis.
Saya kerja, dia lihat.
Saya cek jalur, dia lihat.
Saya solder, dia masih berdiri di situ.
Sampai akhirnya dia nggak tahan buat nanya.
Bapak:
“Jadi, Mas… HP saya gimana?”
Saya coba nyalakan lagi.
Dan…
HP-NYA NORMAL.
Teknisi:
“Alhamdulillah, Pak. Ketemu penyakitnya.”
Bapaknya langsung mendekat.
Bapak:
“Apa penyakitnya, Mas?”
Teknisi:
“Ada jalur yang konslet, Pak. Jadi tadi HP-nya nggak bisa normal. Tapi alhamdulillah bukan masalah software.”
Bapaknya langsung lega.
Teknisi:
“Jadi data-data Bapak masih aman.”
Wajah bapaknya yang tadinya tegang langsung berubah lega.
Si ibu yang dari tadi ikut memperhatikan tiba-tiba nyeletuk.
Ibu:
“Pak… HP yang satunya sekalian dibenerin aja.”
Bapaknya menoleh.
Bapak:
“Yang satunya?”
Ibu:
“Iya. Sama rusak juga kan? Daripada nggak kepakai.”
Bapak mikir sebentar.
Bapak:
“Oh iya juga.”
Lalu menoleh ke saya.
Bapak:
“Ya sudah, Mas. Nanti HP yang satunya saya bawa juga. Besok saya ke sini lagi, sekalian dicek.”
Teknisi:
“Siap, Pak.”
Awalnya cuma datang bawa satu HP rusak.
Pulangnya…
HP SATU JADI, HP SATU LAGI MASUK DAFTAR ANTRIAN. 😂
Begitulah kalau pelanggan sudah percaya sama teknisinya.
Salam Kisah Teknisi




إرسال تعليق