Berbagai Rezeki Maka Akan Mendatangkan Rezeki

 Kadang Rezeki Datang Setelah Kita Berbagi


Konter lagi agak sepi.


Tiba-tiba datang seorang bapak berambut gondrong yang sebelumnya memang pernah datang ke konter saya.


Bapak Gondrong:

“Assalamualaikum, Mas…”


Teknisi:

“Wa'alaikumussalam… sehat, Pak?”


Bapak:

“Alhamdulillah, sehat, Mas.”


Saya persilakan bapaknya duduk.


Entah kenapa, waktu itu saya merasa bapaknya seperti agak sungkan.


Akhirnya saya tanya,


Teknisi:

“Sudah makan belum, Pak?”


Bapaknya cuma geleng-geleng sambil tersenyum malu.


Saya langsung bilang,


Teknisi:

“Makan ketoprak aja, Pak.”


Bapaknya manggut-manggut.


Saya langsung pesan satu ke penjual ketoprak yang biasa mangkal dekat konter.


“mas, ketoprak satu buat bapak ya.”


Saya nggak banyak bertanya.


Bukan karena nggak penasaran…


Tapi saya takut kalau terlalu banyak bertanya, bapaknya malah merasa nggak enak.


Saya lanjut mengerjakan pekerjaan saya.


Bapak itu duduk sambil melihat YouTube di TV konter.



Nggak lama kemudian ketopraknya datang.


Bapaknya langsung makan.



Kelihatan sekali beliau menikmatinya.


Saya cuma tersenyum melihat dari kejauhan.


Dalam hati saya berkata,


“Alhamdulillah… hari ini masih dikasih kesempatan buat bermanfaat buat orang lain.”


Tapi ternyata…


Belum selesai bapaknya makan, datang seorang pelanggan.


User:

“Mas… wah, saya lupa. Mau benerin lampu, Mas.”


Teknisi:

“Lampu apa, Pak?”


Bapak itu mengeluarkan sebuah lampu yang biasa dipakai di kepala.


User:

“Ini, Mas. Lampu yang buat di kepala. Mau buat ke sawah, lihat tanaman kalau malam.”



Teknisi:

“Ohhh… iya, Pak. Ini kenapa?”


User:

“Nggak bisa dicas, Mas.”


Saya cek sebentar.


Teknisi:

“Bisa, Pak. Nanti saya kerjakan. Biayanya segini ya.”


Bapaknya langsung menjawab,


“Kerjain saja, Mas. Yang penting jadi.”


Saya langsung tersenyum dalam hati.


“Alhamdulillah… baru saja berbagi, rezeki langsung datang.”


Tapi ada satu hal yang bikin saya semakin terenyuh.


Belum selesai saya mengerjakan lampunya, bapak yang tadi makan sudah selesai.


Beliau berdiri, lalu bersiap pergi.


Mungkin takut mengganggu saya yang sedang melayani pelanggan.


Bapak:

“Mas… makasih ya.”


Saya bilang,


Teknisi:

“Sudah habis, Pak? Mau nambah lagi?”


Bapaknya tersenyum sambil menggeleng.


Bapak:

“Sudah, Mas. Sudah kenyang. Makasih banyak ya… saya pamit dulu.”


Teknisi:

“Oh iya, Pak. Mangga…”


Bapak itu pun pergi.


Saya kembali mengerjakan lampu pelanggan tadi.



Beberapa saat kemudian…


Teknisi:

“Nah, ini sudah jadi, Pak. Coba dites dulu.”


Bapaknya langsung mencoba.


Nyala.


User:

“Alhamdulillah…”


Kemudian beliau tersenyum dan berkata,


“Kalau beli lagi males, Mas. Lama nunggunya. Ini baru ditunggu sebentar sudah jadi.”


Beliau kemudian membayar biaya servisnya.


Setelah itu langsung pamit.


Katanya mau segera ke sawah.


Malam itu beliau ingin melihat tanaman di sawah menggunakan lampu yang baru saja saya perbaiki.


User:

“Makasih ya, Mas.”


Teknisi:

“Iya, Pak. Hati-hati.”


Bapak itu pergi.


Saya kembali duduk di konter.


Dan baru saat itu saya kepikiran…


Tadi saya memberi makan seseorang yang sedang membutuhkan.


Saya nggak pernah meminta balasan.


Saya juga nggak tahu setelah itu bakal ada pelanggan atau tidak.


Tapi ternyata…


Allah langsung mengirimkan rezeki lewat pelanggan yang bahkan datang di saat yang hampir bersamaan.


Mungkin beginilah cara rezeki bekerja.


Kita nggak pernah tahu dari pintu mana dia datang.


Kadang kita berpikir kita sedang memberi kepada orang lain…


Padahal sebenarnya…


kita sedang membuka jalan untuk diri kita sendiri.


Jadi kalau hari ini kita masih punya sedikit untuk berbagi…


jangan terlalu takut kehilangan.


Karena yang kita keluarkan dari tangan mungkin terlihat sedikit…


Tapi bisa jadi,


itulah yang menjadi sebab sesuatu yang jauh lebih besar kembali kepada kita.


Alhamdulillah…


Bukan tentang seberapa banyak yang kita punya.


Tapi tentang…


seberapa sering kita masih mau menjadi manfaat untuk orang lain.


Salam Kisah Teknisi

0 تعليقات

إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم